Ilmu nahwu merupakan kunci utama dalam memahami bahasa Arab, khususnya Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab turats. Salah satu pembahasan paling dasar dan penting dalam nahwu adalah pengertian al-Kalām, sebagaimana dijelaskan pada awal Matan Al-Ājurūmiyyah dengan ungkapan:

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

Ungkapan ini menjadi fondasi awal sebelum seseorang melangkah ke pembahasan kaidah nahwu yang lebih luas.

Pengertian al-Kalām

Secara istilah nahwu, al-Kalām adalah lafaz yang tersusun, memberikan faedah yang sempurna, dan ditetapkan oleh kesepakatan bahasa. Tidak setiap ucapan disebut kalām, meskipun berupa rangkaian kata.

Unsur-unsur al-Kalām

  1. Al-Lafẓ (اللفظ)
    Ucapan yang keluar dari lisan dan tersusun dari huruf hijaiyah.
  2. Al-Murakkab (المركب)
    Tersusun dari lebih dari satu kata yang saling berkaitan.
  3. Al-Mufīd (المفيد)
    Memberikan makna sempurna sehingga tidak menunggu penjelasan lanjutan.
  4. Bil-Waḍ‘ (بالوضع)
    Ditetapkan oleh kaidah bahasa Arab, bukan susunan sembarangan.

Contoh al-Kalām

جاءَ زيدٌ
(Zaid telah datang)

Termasuk kalām karena memenuhi seluruh syarat.

إنْ جاءَ
(jika datang…)

Belum disebut kalām karena maknanya belum sempurna.

Pentingnya Memahami Makna al-Kalām

Pemahaman al-Kalām yang benar membantu penuntut ilmu membedakan kalimat yang dapat dianalisis secara nahwu dan yang belum memenuhi syarat. Pembahasan ini menjadi dasar sebelum mempelajari kalimah, i‘rāb, dan bab-bab lanjutan.

Video Pembahasan

Simak penjelasan lengkap melalui video berikut:

Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi langkah awal yang kokoh dalam mempelajari ilmu nahwu. Ikuti seri Belajar Nahwu Dasar dari Matan Al-Ājurūmiyyah hanya di Mutiara Ummat. Semoga Allah ﷻ memberkahi langkah kita dalam menuntut ilmu.