📋 Daftar Isi
اِهْدِنَا : (اِهْدِ) فِعْلُ أَمْرٍ لِلْمُخَاطَبِ، مُتَصَرِّفٌ، مُعْتَلٌّ نَاقِصٌ يَائِيٌّ، ثُلَاثِيٌّ مَجَرَّدٌ (هَدَى – يَهْدِي – اِهْدِ)، مِنْ بَابِ (فَعَلَ – يَفْعِلُ – اِفْعِل) (سَرَى – يَسْرِي – اِسْرِ)، عَلَى وَزْنِ (اِفْعِل)، مِنْ مَادَّةِ (هدي) ؛ (نَا) ضَمِيْرُ المُتَكَلِّمِ مَبِنِيٌّ عَلَى السُّكُوْنِ
Lafazh (اِهْدِ) ialah kata kerja perintah untuk pihak yang diajak bicara, bersifat mutasharrif (dapat berubah bentuk), termasuk fi‘il mu‘tal naqis ya’iy (kata kerja berhuruf ‘illat di huruf akhirnya, yaitu huruf ي), merupakan fi‘il tsulatsiy mujarrad (kata kerja tiga huruf tanpa tambahan), dengan asal kata (هَدَى – يَهْدِي – اِهْدِ), berasal dari wazan (فَعَلَ – يَفْعِلُ – اِفْعِلْ) sebagaimana contoh (سَرَى – يَسْرِي – اِسْرِ), berpola (اِفْعِل), dan berasal dari akar kata (هدي). Dan (نَا) adalah kata ganti orang pertama (kami/kita), bersifat mabni dengan harakat sukun.
الصِّرَاطَ : اِسْمٌ، مُذَكَّرٌ، مُفْرَدٌ، جَامِدٌ، ثُلَاثِيٌ مَزِيْدٌ بِحَرْفِ الْأَلِفِ، عَلَى وَزْنِ (فِعَالٌ)، مِنْ مَادَّةِ (صرط)
Lafazh الصِّرَاطَ ialah isim, berjenis maskulin (mudzakkar), berbentuk tunggal (mufrad), jamid (bukan kata turunan), termasuk tsultsiy mazid (kata dengan tiga huruf asal yang disertai huruf tambahan) yang ditambah satu huruf yaitu alif, mengikuti pola (فِعَالٌ), dan berasal dari akar kata (صرط).
الْمُسْتَقِيْمَ : اِسْمٌ، مُذَكَّرٌ، مُفْرَدٌ، مُشْتَقٌّ، اِسْمُ فَاعِلٍ، مِنَ الْفِعْلِ السُّدَاسِيِّ (اِسْتَقَامَ – يَسْتَقِيْمُ - اِسْتِقَامَةً)، مِنْ بَابِ (اِسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ – اِسْتِفْعَالًا) (اِسْتَجَابَ – يَسْتَجِيْبُ – اِسْتِجَابَةً)، ثُلَاثِيٌ مَزْيْدٌ بِثَلَاثَةِ أَحْرُفٍ: اَلتَّاءِ وَالسِّيْنِ وَالْمِيمِ، أصْلُهُ (مُسْتَقْوِمٌ)، عَلَى وَزْنِ (مُسْتَفْعِلٌ)، فِيْهِ إِعْلَالٌ بِقَلْبِ حَرْفِ الْوَاوِ يَاءً لِمَجِيءِ الْوَاوِ بَعْدَ كَسْرٍ، وَفِيْهِ إِعْلَالٌ بِنَقْلِ الْكَسْرَةِ لِلْحَرْفِ السَّاكِنِ قَبْلَهَا، مِنْ مَادَّةِ (قوم)
Lafazh الْمُسْتَقِيْمَ adalah kata benda (isim), maskulin, tunggal, kata turunan (musytaq), berupa isim fa‘il (actor/pelaku). Berasal dari fi‘il sudasiy (اِسْتَقَامَ – يَسْتَقِيمُ – اِسْتِقَامَةً), dari wazan (اِسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ – اِسْتِفْعَالًا) sebagaimana contoh (اِسْتَجَابَ – يَسْتَجِيبُ – اِسْتِجَابَةً). Termasuk fi‘il tsulatsiy yang ditambah tiga huruf, yaitu ta, sin, dan mim. Bentuk asalnya adalah (مُسْتَقْوِمٌ), dengan pola (مُسْتَفْعِلٌ). Di dalamnya terdapat i‘lal, yaitu perubahan huruf wawu menjadi ya karena wawu datang setelah kasrah, serta i‘lal berupa pemindahan harakat kasrah ke huruf yang berharokat sukun sebelumnya (مُسْتَقْوِمٌ --> مُسْتَقْيِمٌ --> مُسْتَقِيْمٌ). Kata ini berasal dari akar kata (قوم).
اِهْدِنَا :
- فِعْلُ أَمْرٍ مَعْنَاهُ الدُّعَاءُ، لِأَنَّ الطَّلَبَ إِذَا صَدَرَ مِنَ الأَعْلَى إلَى الأَدْنَى فَهُوَ أَمْرٌ، وَأَمَّا إِذَا جَاءَ مِنَ الأَدْنَى إلَى الأَعْلَى فَهُوَ دُعَاءٌ، وَإِنْ كَانَ مِنَ الْمُتَسَاوِيَيْنِ فَهُوَ اِلْتِمَاسٌ،
- تَعْدِيَةُ قَوْلِهِ تَعَالَى (اِهْدِنَا الصِّرَاطَ) تَعْدِيَةٌ بِدُوْنِ حَرْفِ (لِــ / إلَى) لِتَدُلَّ عَلَى عُمُوْمِ الدُّعَاء، فَهِيَ لِمَنْ كَانَ فِي الصِّرَاطِ وَلِمَنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ . كَمَا تَقُولُ : (هَدَيْتُهُ إلَى الطَرِيْقِ) فَهِيَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ فِيْ الطَّرِيْقِ فَتُوْصِلُهُ إِلَيْهِ، وَتَقُوْلُ: (هَدَيْتُهُ الطَّرِيْقَ) فَهِيِ لِمَنْ كَانَ فِيْهِ فَتُبَصِّرُهُ بِهِ وُتُبَيِّنُهُ لَهُ، وَهِيَ أَيْضًا لِمَنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَتُوصِلُهُ إلَيْهِ،
- (اِهْدِنَا الصِّرَاطَ) أي نَطْلُبُ الْهِدَايَةَ لِمَنْ كَانَ فِي الصِّرَاطِ فَيُعَرِّفُهُ بِهِ وَيُبَصِّرُهُ بِشَأْنِهِ، وَلِمَنْ ضَلَّ وَانْحَرَفَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَنِ الصِّرَاطِ فَيَرُدُّهُ إلَى الصِّرِاطِ، وَلَمَّا كَانَ هَؤُلَاءِ مَنَ المُؤْمِنِيْنَ الْحَامِدِيْنَ لِلَّهِ كَانَ طَلَبَ اسْتِمْرَارِ الْهِدَايَةِ عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَالتَّثْبِيْت عَلَى الْهُدَى، وَالزِّيَادَة فِيْهِ كَمَا قَالَ تَعَالَى (وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى) – محمد: 17،
- فَيَكُوْنُ مَعْنَى (اِهْدِنَا) عَرِّفْنَا الصِّرَاطَ الهُدَى، وَرُدَّنَا إِلَيْهِ رُدًّا جَمِيْلًا إذَا مَا ضَلَلْنَا أوْ انْحَرَفْنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى الْهُدَى وَزِدْنَا هُدَى.
- Merupakan kata kerja perintah yang bermakna doa, karena tuntutan apabila datang dari pihak yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah maka disebut perintah, sedangkan apabila datang dari pihak yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi maka ia bermakna doa, dan jika datang dari dua pihak yang setara maka disebut permohonan (iltimas).
- Transitivitas firman Allah ta‘ala (اِهْدِنَا الصِّرَاطَ) adalah tanpa menggunakan huruf jar (لِـ / إِلَى), untuk menunjukkan keumuman doa. Maka doa ini mencakup orang yang sudah berada di jalan tersebut maupun yang belum berada di dalamnya. Sebagaimana ungkapan: “هَدَيْتُهُ إِلَى الطَّرِيقِ” “saya menunjukinya ke jalan itu” yang ditujukan bagi orang yang belum berada di jalan, sehingga anda menunjukinya ke jalan itu. Dan ungkapan: “هَدَيْتُهُ الطَّرِيقَ” “saya menunjukinya jalan itu” ditujukan bagi orang yang sudah berada di jalan tersebut, sehingga anda menjelaskan dan memberinya pemahaman tentang jalan itu. Namun, ungkapan ini juga dapat mencakup orang yang belum berada di jalan itu, lalu anda menunjukinya kepadanya.
- Makna (اِهْدِنَا الصِّرَاطَ) adalah: kami memohon petunjuk bagi orang yang sudah berada di jalan, agar Allah mengenalkannya lebih dalam dan memberi pemahaman tentangnya; serta bagi mukmin yang tersesat dan menyimpang dari jalan tersebut agar Allah mengembalikannya ke jalan yang benar. Karena mereka adalah mukmin yang memuji Allah, maka permohonan ini juga bermakna meminta kelangsungan hidayah di atas jalan yang lurus, keteguhan di atas petunjuk, dan tambahan hidayah, sebagaimana firman Allah Ta‘ala: “Dan orang-orang yang telah mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka” (QS. Muhammad: 17).
- Dengan demikian, makna (اِهْدِنَا) adalah: “Tunjukkanlah kepada kami jalan petunjuk, kembalikanlah kami kepadanya dengan sebaik-baiknya apabila kami tersesat atau menyimpang, tetapkanlah kami di atas petunjuk, dan tambahkanlah kepada kami petunjuk.”
الصِّرَاطَ: (أل) المُفِيْدَةُ لِلْعَهْدِ ؛ (صراط) عَلَى وَزْنِ فِعَال وَهُوَ مِنَ الأَوْزَانِ الدَّالَةِ عَلَى الإشْتِمَالِ وَالْوُسْعِ، الصراط يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ وَاسِعٌ رَحْبٌ يَتَّسِعُ لِكُلِّ السَّالِكِيْنَ وَلَا يَضِيْقُ بِهِمْ وَيَسْتَوْعِبُهُم .
Lafazh (أل) berfungsi untuk menunjukkan makna ‘ahd (sesuatu yang sudah tertentu/diketahui). Dan lafazh (صراط) berada pada pola fi‘al, yaitu salah satu pola yang menunjukkan makna mencakup dan keluasan. Kata صراط menunjukkan makna bahwa jalan itu luas dan lapang, mampu menampung seluruh orang yang menempuhnya, tidak menyempit bagi mereka, dan mencakup semuanya.
الْمُسْتَقِيْمَ : (أل) المُفِيْدَةُ لِلْعَهْدِ ؛ (مستقيم) القَوِيمُ الَّذِي لَا عِوَجَ فِيْهِ.
Huruf (أل) berfungsi untuk menunjukkan makna ‘ahd (sesuatu yang sudah tertentu/diketahui). Kata (مستقيم) bermakna lurus dan tegak, yaitu yang benar tanpa adanya kebengkokan atau penyimpangan di dalamnya.
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ :
- جَاءَ بِالصِّرَاطِ مُفْرَدًا مُعَرَّفًا بِالأَلِفِ وَمَوْصُوفًا بِالِاسْتِقَامَةِ، مِمَّا يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ صِرَاطٌ وَاحِدٌ، لَيْسَ ثَمَّةَ صِرَاطٌ غَيْرُهُ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَ النُّقْطَتَيْنِ أَكْثَرُ مِنْ مُسْتَقِيمٍ وَاحِدٍ.
- الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ هُوَ الإِسْلَامُ، وَهُوَ دِينُ اللهِ، وَوَصْفُهُ بِالِاسْتِقَامَةِ لِيَدُلَّ عَلَى أَنَّهُ أَقْصَرُ الطُّرُقِ وَأَقْرَبُهَا إِلَى الْمَطْلُوبِ (أَيْ: الْوُصُولِ إِلَى رِضَا اللهِ)، فَلَا يَشُقُّ عَلَى السَّالِكِ، وَمَا عَدَاهُ مِنَ الطُّرُقِ مُعَوَّجٌ، وَلَا يُوصِلُ إِلَى الْمَقْصُودِ، فَإِنَّهُ لَا يُوصِلُ بَيْنَ نُقْطَتَيْنِ إِلَّا مُسْتَقِيمٌ وَاحِدٌ.
- Kata الصِّرَاطَ disebutkan dalam bentuk tunggal, diberi alif-lam (ma‘rifah), dan disifati dengan sifat lurus, yang menunjukkan bahwa ia adalah satu jalan saja, tidak ada jalan lain selainnya. Sebab, di antara dua titik tidak mungkin ada lebih dari satu garis lurus.
- Jalan yang lurus itu (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ) adalah Islam, yaitu agama Allah. Penyifatannya dengan lurus menunjukkan bahwa ia merupakan jalan yang tepat sasaran dan paling dekat untuk mencapai tujuan, yaitu sampai kepada ridha Allah. Karena itu, jalan ini tidak memberatkan orang yang menempuhnya. Adapun jalan-jalan selainnya adalah bengkok, tidak mengantarkan kepada tujuan, karena antara dua titik tidak akan menghubungkan kecuali satu garis lurus saja.
