Tashrif & Makna Malik Yawm ad-Din : Penjelasan Kata per Kata

Tashrif dan makna ayat keempat surat al-Fatihah, مالك يوم الدين, kata perkata secara lengkap

سورة الفاتحة

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤

Pemilik hari Pembalasan

Tashrif

مالك : اِسْمٌ، مُذَكَّرٌ، مُفْرَدٌ، مُشْتَقٌّ، اِسْمُ فَاعِلٍ، مِنْ الْفِعْلِ الثُّلَاثِيِّ : (مَلَكَ - يَمْلِكُ)، مِنْ بَابِ (فَعَلَ – يَفْعِلُ) (ضَرَبَ – يَضْرِبُ)، ثُلَاثِيٌّ مَزِيْدٌ بِحَرْفِ الأَلِفِ، عَلَى وَزْنِ (فَاعِلٌ)، مِنْ مَادَّةِ (ملك)

Kata مَالِكٌ adalah isim mudzakkar, mufrad (tunggal), dan musytaq. Kata ini merupakan isim fa‘il yang berasal dari fi‘l tsulatsiy (fi’il dengan tiga huruf asal): مَلَكَ – يَمْلِكُ, dari bab فَعَلَ – يَفْعِلُ seperti ضَرَبَ – يَضْرِبُ. Kata مَالِكٌ termasuk fi‘l tsulatsiy mazid bi harf alif (tiga huruf asal yang ditambah satu huruf alif), dengan pola فَاعِلٌ, dan berasal dari akar kata م-ل-ك.

يوم : اِسْمٌ، مُذَكَّرٌ، مُفْرَدٌ، جَامِدٌ، ثُلَاثِيٌّ مُجَرَّدٌ، عَلَى وَزْنِ (فَعْلٌ)، مِنْ مَادَّةِ (يوم)

Kata يَوْمٌ adalah isim mudzakkar, mufrad, dan jamid. Kata ini merupakan tsulatsiy mujarrad (berasal dari tiga huruf asli tanpa tambahan huruf lain), dengan pola فَعْلٌ, dan berasal dari akar kata ي-و-م.

الدين : اِسْمٌ، مُذَكَّرٌ، مُفْرَدٌ، جَامِدٌ، ثُلَاثِيٌّ مُجَرَّدٌ، عَلَى وَزْنِ (فِعْلٌ)، مِنْ مَادَّةِ (دين)

Kata الدِّينُ adalah isim mudzakkar, mufrad, dan jamid. Kata ini merupakan tsulatsiy mujarrad (berasal dari tiga huruf asli tanpa tambahan huruf lain), dengan pola فِعْلٌ, dan berasal dari akar kata د-ي-ن.

Makna Kata

مالك : صَاحِبُ الْقُدْرَةِ التَّامَّةِ عَلَى التَّصَرُّفِ ، هُوَ الَّذِي يَمْلِكُ الشَيْءَ وَيَحُوْزُهُ وَيَتَصَرَّفُ فِيهِ. وَهَذَا يَتَضَمَّن مَعنَى الْأوَامر والنَوَاهي والثَوَاب والْعِقَاب

Malik berarti pemilik yang memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur dan menguasai sesuatu. Dia adalah yang memiliki segala sesuatu, menguasainya, serta berhak mengatur atau mempergunakannya sesuai kehendak. Makna ini mencakup unsur perintah dan larangan, serta pahala dan hukuman yang timbul dari ketaatan atau pelanggaran terhadap aturan yang ditetapkan-Nya.

يوم الدين : يَوْمِ الْجَزَاءِ

Hari pembalasan.

مالك يوم الدين : إضَافَةُ اسْمِ الْفَاعِلِ (مالك) إلى الظَّرْفِ (يوم الدين): لِتَفَرُّدِ الله تعالى بِنُفُوْذِ الْأمْر في يوم الجَزَاء، هُوَ مَالك الْأمرِ كُلِّه في يوم الجزاء

Idhafah (penyandaran) antara ism fa‘il مَالِك  dengan ẓarf يَوْمِ الدِّين (hari pembalasan), ungkapan ini menunjukkan bahwa Allah تعالى  lah satu-satunya yang memiliki dan berkuasa sepenuhnya untuk menjalankan perintah dan keputusan pada hari pembalasan. Dialah Pemilik seluruh urusan dan kekuasaan pada hari tersebut -hari ketika setiap manusia akan menerima balasan atas amal perbuatannya-.

أل في الدين: أل الـمفيدة للعهد. تفيدها درجة من التعريف، تجعل مدلولها فردا معينا

“Al” (ال) pada kata الدِّين adalah “Al” yang menunjukkan makna ‘ahd (penentuan atau pengkhususan). Fungsinya memberikan tingkat ta‘rif (pengenalan atau penentuan makna) yang menjadikan kata tersebut mengacu pada sesuatu yang tertentu dan spesifik. Jadi, الدِّين di sini bermakna agama atau pembalasan yang telah diketahui dan ditentukan, yaitu hari pembalasan yang pasti dan dikenal maksudnya.

[ibn mukhtar]