Tashrif & Makna Ayat Ke-5 Surat Al-Fatihah

Tashrif dan makna ayat kelima surat al-Fatihah, إياك نعبد وإياك نستعين, kata perkata secara lengkap

Makna Ayat Ke-5 Surat Al-Fatihah

سورة الفاتحة

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Tashrif

إيّاك : اِسْمٌ مَبْنِيٌّ، ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ، والْكَافُ (ك) حَرْفُ خِطَابِ

Lafazh إيّاك ialah isim mabni, yaitu kata ganti terpisah yang mabni dengan sukun. Dan ك (ka) adalah harf khithab, yaitu kata yang menunjukkan pihak kedua (Engkau).

نَعْبُدُ : فِعْلٌ مُضَارِعٌ لِلْمُتَكِلِّمِيْنَ، مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُوْمِ، مُتَصَرِّفٌ، صَحِيْحٌ سَالِمٌ، ثُلَاثِيٌّ مَزِيْدٌ بِحَرْفِ النُّوْنِ، مِنْ بَابِ (فَعَلَ – يَفْعُلُ) (نَصَرَ – يَنْصُرُ)، عَلَى وَزْنِ (نَفْعُلُ)، مِنْ مَادَّةِ (عبد)

Lafazh نَعْبُدُ ialah fi'il mudhari‘ untuk bentuk pihak pertama yang jamak (kami), mabni ma‘lum (kata kerja bentuk aktif), termasuk fi'il mutasharrif (dapat berubah bentuk), fi'il shahih salim (akar kata tanpa huruf illat, mudho’af ataupun hamzah), fi'il tsulatsiy yang ditambah huruf nun (dimana nun ialah huruf mudhora’ah), berasal dari bab (فَعَلَ – يَفْعُلُ) seperti (نَصَرَ – يَنْصُرُ), berada pada wazan (نَفْعُلُ), berasal dari akar kata (ع - ب -  د).

وَإيّاك :(و)حرف عطف ؛ (إيّاك) اِسْمٌ مَبْنِيٌّ، ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ، والْكَافُ (ك) حَرْفُ خِطَابِ

Lafazh و adalah termasuk huruf ‘athf (kata penghubung). Dan إيّاك ialah isim mabni, yaitu kata ganti terpisah yang mabni dengan sukun. Adapun ك (ka) adalah harf khithab, yaitu kata yang menunjukkan pihak kedua (Engkau).

نَسْتَعِيْنُ : فِعْلٌ مُضَارِعٌ لِلْمُتَكَلِّمِيْنَ، مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُوْمِ، مُتَصَرِّفٌ، مُعْتَلٌّ أَجْوَفِ وَاوِيٌّ، سُدَاسِيٌّ مَزِيْدٌ بِثَلَاثَةِ أحْرُفٍ (النُّونِ والتَّاءِ والسِّيْنِ)، مِنْ بَابِ (اسْتَفْعَلَ - يَسْتَفعِلُ) (اسْتَجَابَ – يَسْتَجِيْبُ)، أَصْلُهُ (نَسْتَعْوِنُ)، عَلَى وَزْنِ (نَسْتَفْعِلُ)، فِيْهِ إعْلَالٌ بِقَلْبِ حَرْفِ الْوَاوِ يَاءً لِمَجِيءِ الْوَاوِ بَعْدَ كَسْرٍ وَفِيْهِ إعْلَالٌ بِنَقْلِ الْكَسْرَةِ لِلْحَرْفِ السَّاكِنِ قَبْلَهَا، مِنْ مَادَّةِ (عون)

Lafazh نَسْتَعِيْنُ ialah fi'il mudhari‘ untuk pihak pertama jamak (kami), mabni ma‘lum (kata kerja aktif), termasuk fi'il mutasharrif (dapat berubah bentuk), fi'il mu‘tal ajwaf wawi (kata kerja yang huruf ‘illatnya berada di tengah dan berupa wawu), merupakan fi'il sudasiy (enam huruf,  dari 3 huruf  pada kata asal ditambahi dengan tiga huruf: nun, ta, dan sin. Dari bab (اسْتَفْعَلَ – يَسْتَفْعِلُ) seperti (اسْتَجَابَ – يَسْتَجِيْبُ). Asalnya adalah (نَسْتَعْوِنُ), dengan wazan (نَسْتَفْعِلُ). Di dalamnya ada i‘lal berupa: (a)Perubahan huruf و menjadi ــــــــيـــــ karena wawu datang setelah kasrah. (b) Pemindahan harokat kasrah kepada huruf sebelumnya yang sukun (نَسْتَعْوِنُ --> نَسْتَعْيِنُ -->  نَسْتَعِيْنُ  ). Lafazh ini berasal dari akar kata (ع - و- ن).

Makna 

إيّاك: ضَمِيْرٌ لِلْمُخَاطَبِ الْوَاحِدِ،  تَقْدِيْمُهُ هُنَا لِلْحَصْرِ

Lafazh إيّاك adalah kata ganti (pronomina) untuk pihak kedua tunggal, dan إيّاك (menempati posisi i’rob maf’ul bih yang biasanya diakhirkan) di ayat ini didahulukan untuk memberi makna pembatasan (حَصْر).

نَعْبُدُ: نُوَحِّدُكَ وَنُطِيْعُكَ خَاضِعِيْنَ. 

Lafazh نَعْبُدُ bermakna kami mentauhidkan-Mu dan menaati-Mu dalam keadaan tunduk patuh (berserah diri)..

اِيَّاكَ نَعْبُدُ: نَخُصُّكَ وَحْدَكَ بِالْعِبَادَةِ. والعِبَادَةُ الطَاعَةُ مَعَ التَّذَلُّلِ وَالْخُضُوْعِ

Ungkapan إيّاك نعبد bermakna kami mengkhususkan hanya kepada Engkau saja ibadah kami. Dan ibadah ialah ketaatan yang disertai kerendahan diri dan tunduk patuh (berserah diri)

وَ: وَاوُ الْعَطْف، مَعْنَهَا: الْجَمْعُ وَالتَّشْرِيْكُ. أنَّ الْجُمْلَتَيْنِ الْمُتَعَاطِفَتَيْنِ بِالْوَاوِ تَقَعَانِ فِي زَمَانٍ وَاحِدٍ وَقَصْدٍ وَاحِدٍ

Lafazh وَ ialah waw ‘athf (kata penghubung), maknanya adalah menggabungkan dan menyertakan, yaitu dua kalimat yang dihubungkan dengan huruf waw terjadi pada waktu yang sama dan dalam maksud/tujuan yang sama.

إيّاك: ضَمِيْرٌ لِلْمُخَاطَبِ الْوَاحِدِ،  تَقْدِيْمُهُ هُنَا لِلْحَصْرِ. أُعِيْدُ لَفْظُ (ايّاك) فِي الاسْتِعَانَةِ لِأَنَّ بَيْنَ الْحَصْرَيْنِ فَرْقًا. فَالْحَصْرُ فِي (اِيَّاكَ نَعْبُدُ) حَقِيْقِيٌّ، وَالْحَصْرُ فِي (اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ) ادِّعائي، فَإنَّ المُسلِمَ قَدْ يَسْتَعِيْنُ غَير اللهِ تعالى، قَدْ قَالَ  تعالى : (تعاونوا على البر والتقوى)، ولَكِنَّهُ لا يَسْتَعِيْنُ فِي عظائم الْأُمُورِ إلاَّ بِاللهِ تَعَالىِ وَلاَ يعد الاسْتِعَانَة حَقِيْقة إلاَّ الاستِعَانَ بِالله تعالى

Lafazh إيّاك yang kedua adalah kata ganti untuk pihak kedua tunggal, dan إيّاك (menempati posisi i’rob maf’ul bih yang biasanya diakhirkan) di ayat ini didahulukan fungsinya untuk memberi makna pembatasan (حصر). Lafaz إيّاك diulang pada bagian memohon pertolongan (نَسْتَعِيْنُۗ ) karena terdapat perbedaan antara dua bentuk pembatasan tersebut. Pembatasan pada (اِيَّاكَ نَعْبُدُ) bersifat hakiki, sedangkan pembatasan pada(اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ )  bersifat iddi’aiy, sebab seorang muslim boleh meminta bantuan kepada selain Allah تعالى; Allah تعالى berfirman, “Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan.” [al-Ma’idah: 2]. Akan tetapi, ia tidak meminta bantuan dalam perkara utama kecuali hanya kepada Allah تعالى saja, dan tidak dianggap sebagai memohon pertolongan yang hakiki kecuali hanya kepada Allah تعالى.

نَسْتَعِيْنُ: نَطْلُبُ مِنْكَ الْمَعُوْنَةَ عَلَى عِبَادَتِكَ وَعَلَى جَمِيْعَ أمُوْرِنَا 

Lafazh نَسْتَعِيْنُ bermakna kami memohon pertolongan kepada-Mu; kami meminta bantuan-Mu untuk perkara ibadah kami kepada-Mu dan untuk semua urusan kami.”

اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ: نَخُصُّكَ وَحْدَكَ بِطَلَبِ الْمَعُوْنَة

Ungkapan اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ bermakna hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan; kami mengkhususkan kepada Engkau semata dalam meminta bantuan.

[Ibnu Mukhtar]